Cerita Indonesia

Cerita seru Indonesia berdasarkan sudut pandang penulis yang lahir dan bangga sebagai anak Indonesia.

Belajar

Kewajiban dan Kebutuhan Manusia untuk belajar tentang berbagai studi menarik bagi penulis, semoga kalian juga tertarik.

Pemrograman

Ilmu yang menarik dan sangat berguna bagi kehidupan komputasi penulis dan kalian semua.

Tutorial

Semua hal menarik dalam hidup yang perlu dilakukan dengan hati-hati dan diperlukan wawasan agar dapat melakukan sesuatu dengan mudah.

Resep

Hobi penulis dan ketertarikan penulis akan resep-resep ibu yang sangat lezat.

Catatan Hati Pendidikan Indonesia Part 2

Berita guru 2026...

Masalah guru memang tak henti-hentinya, tapi kali ini benar benar membingungkan, ketidakpastian semakin membelenggu, banyak sekali skema untuk menjadi guru, tapi skema menjadi guru yang sejahtera patut dipertanyakan.
kalau mau jadi guru bisa saja dengan mengajar di les/bimbel, kemudian menjadi guru di sekolah swasta, menjadi guru honorer yang diangkat pemda maupun kepala sekolah, menjadi guru p3k, dan menjadi guru pns. Dari skema yang disebutkan, menjadi guru pns merupakan jalan yang paling menguntungkan, kesejahteraan guru menjadi pasti dan ada jaminan yang terpenuhi. lantas bagaimana guru yang lain? menjadi guru p3k tidak buruk, namun sistem nya kontrak, sehingga kapan saja kontrak itu bisa diputus, dan tidak ada jaminan pensiun sebagaimana pns, kemudian honorer pemda dan kepala sekolah sangat tergantung dengan dana bos dan uang pemda, ini jauh lebih tidak pasti lagi, bahkan aturan terbaru guru honorer ini dihapuskan tapi praktiknya seperti dipelihara dan benar-benar tidak ada habisnya, guru di sekolah swasta sangat bergantung pada yayasannya, jika yayasan bagus maka kesejahteraan guru pun bagus, tapi tidak ada yang menjamin guru tidak beruntung yang berada di yayasan tidak bagus, yayasan yang mungkin fokusnya uang bukan pendidikan, dan yang paling mandiri tentu jadi guru les/bimbel, peminatnya tampak masih cukup banyak, tapi benar-benar bergantung pada diri sendiri, ketidakpastian tentu lebih besar.

Kesimpulannya, kalau pengen jadi guru yang sejahtera dan menenangkan, jadilah guru pns, tapi masalahnya pembukaan guru pns saat itu sangat jarang, tidak setiap tahun dibuka, atau bisa juga mencoba menjadi guru pns yang dibuka kemenag dengan peluang yang juga tidak banyak.

kenapa pembukaan guru seolah-olah sangat sedikit? apakah jumlah guru kita sudah cukup? (tidak terjawab)
Grafik menunjukkan bahwa jumlah pendidik dan tenaga kependidikan aktif di Indonesia menurut Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (26 Maret 2026) didominasi oleh jenjang SD sederajat dengan jumlah sekitar 1,95 juta orang, diikuti SMP sederajat sekitar 902 ribu orang. Secara keseluruhan, total pendidik dan tenaga kependidikan aktif di Indonesia mencapai sekitar 4,66 juta orang.
Grafik menunjukkan bahwa jumlah pendidik aktif di lingkungan Kementerian Agama Republik Indonesia (26 Maret 2026) mencapai sekitar 832 ribu orang, jauh lebih banyak dibandingkan tenaga kependidikan yang berjumlah sekitar 108 ribu orang. Selain itu, jumlah madrasah di Indonesia tercatat sekitar 87 ribu unit, yang menunjukkan luasnya cakupan lembaga pendidikan berbasis keagamaan.

Data lebih lengkap per provinsi dapat diakses melalui laman data.kemendikdasmen.go.id dan emisgtk.kemenag.go.id

Pada akhirnya, data jumlah guru tunggal ini tidak bisa serta merta menjadi sebuah rujukan, dan sulit menerangkan kondisi guru yang kompleks, faktanya yang terjadi disekolah-sekolah saat ini, satu guru memegang beberapa mata pelajaran dan beberapa kelas, yang terkadang pekerjaan seorang guru menjadi overload, momen ini lah skema honor masuk untuk membantu guru-guru yang beban kerjanya terlalu banyak, perlu diingat tanggung jawab guru disini bukan hanya mengajar, tapi juga ada administrasi, kemudian mengurus mbg, dan sebagainya...

Tantangan menjadi guru tidak berhenti disini..ada murid yang perlu diajari, terdapat berbagai situasi dan kondisi murid yang ditemui, ada guru yang berada dilingkungan dengan murid yang ingin belajar dan didukung oleh keluarga yang paham pendidikan, di sisi lain, banyak guru yang harus menghadapi murid yang tidak tau untuk apa belajar, tidak mau belajar, dan orang tuanya pun tidak paham pentingnya pendidikan, bahkan seringkali guru harus menjadi korban dipolisikan..

Seperti siklus, barangkali lingkungan masyarakat itu tidak mendapat pendidikan yang baik, sehingga orang tuanya pun tidak paham tentang pendidikan ini, yang kemudian ditularkan kepada anak-anaknya, yang berujung pada banyak masalah sosial lainnya, pada akhirnya guru harus mampu menampatkan diri agar selamat namun terus berupaya maksimal memberikan pendidikan.

Belum selesai...masalah internal guru pun banyak, yang barangkali masalah seperti ini kita temui di mana saja, di perusahaan, masyarakat, komunitas, perkantoran, semuanya pasti ada masalah internal. Pada kasus guru di sekolah negeri, seringkali masalah kedisiplinan guru banyak ditemukan, yang memperparah ketidakdisiplinan ini adalah tidak adanya hukuman yang mengikat terhadap guru sekolah negeri, saat guru terlambat harusnya ada teguran atau hukuman karna melanggar aturan, tapi faktanya hal ini sulit ditegakkan, kalau keras sedikit, bisa saja si tegas akan bernasib buruk, berbeda dengan swasta yang mudah menerapkan kedisiplinan karena ada perasaan takut dari guru akan kehilangan pekerjaan atau denda yang harus dibayarkan. Kemudian ada pula masalah cara belajar mengajar di kelas, ada guru yang serius dengan cita-citanya, dia tau betul tujuannya dan seberapa penting perannya dalam pendidikan, disisi lain mungkin kita pernah menemukan guru yang tidak punya semangat pendidikan dan barangkali justru menjadi contoh buruk bagi muridnya.

Setelah memahami ini, perlunya tersedia data yang lebih rinci, seperti guru di satu sekolah ada berapa, dan satu guru mengajar berapa mata pelajaran, satu guru memegang berapa kelas, kemudian tugas lain selain mengajar apa saja, indikator guru kompeten seperti apa, kurikulum yang cocok itu apa..selama data rinci seperti ini belum tersedia, maka persoalan guru ini akan terus complicated..

Lebih-lebih lagi kasus korupsi yang tidak habisnya di semua lini kehidupan kita..bahkan di sektor yang dianggap mulia yaitu pendidikan. hal ini memperumit segalanya, untuk menangani kasus korupsi ini jelas di perlukan penegak hukum yang baik, dan pengawasan terhadap pendidikan yang baik, huhu memikirkannya saja sulit, karena ini pr panjang bangsa kita..

Pendidikan memberikan efek domino ke seluruh aspek kehidupan kita, ekonomi, sosial, budaya, dan sebagainya sangat dipengarhi oleh ekosistem pendidikan, data rinci, akurat tentang pendidikan benar-benar menjadi urgensi, sedikit demi sedikit masalah pendidikan diurusi maka sedikit demi sedkit pula masalah kehidupan membaik, tidak sebentar..., sangat lama.., tapi kalau beramai-ramai mungkin bisa lebih cepat.

Saya sangat menyadari tulisan ini tidak cukup dan sangat tidak lengkap, ini hanya sebagian cerita yang saya dapatkan ketika duduk bercerita dengan guru muda yang saya kenal. tulisan ini hanya mencoba membedah sedikit demi sedikit masalah guru yang mungkin menjadi insight bagi kita bersama.

Referensi :
data.kemendikdasmen.go.id
emisgtk.kemenag.go.id

Buang Sampah pada Tempat yang Tepat!

Siapa yang pernah berkunjung ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir) di daerah nya masing - masing ? kalau belum pernah, yuk coba kunjungi untuk sekedar melihat dan meresapi hikmahnya. Waktu itu masih terlalu muda, bersama rekan-rekan yang luar biasa, tidak ada yang bisa kami lakukan, namun pemandangan saat itu menjadi pengalaman paling berharga dalam hidup, kesadaran yang mungkin tidak akan pernah didapatkan jika tidak berkunjung kesana. Terima kasih rekan-rekan yang sekarang jauh, semoga doa yang dipanjatkan selalu mendekatkan kita, cerita dulu memang indah sekaligus menyayat hati bagi penulis, beribu kata maaf, terima kasih dan tangisan semoga tersampaikan.
Gunungan sampah tersaji di mata, barangkali kita salah satu pelakunya, sampah yang selama ini kita buang mungkin akan berakhir disana, sementara yang lain berakhir ditempat yang mungkin tidak kalah buruknya. Maka organisasi peduli sampah yang satu persatu muncul seolah menjadi harapan besar untuk mengelola sampah dengan baik, memang bukan satu-satunya faktor, tapi menjadi suatu hal yang sangat baik dalam mewujudkan cita-cita hidup sampah. Penulis akan memaparkan beberapa organisasi peduli sampah yang sangat bermanfaat bagi masyarakat dan layak untuk mendapat sorotan, serta harapannya masyarakat mau secara sukarela bekerjasama dan berkontribusi.

1. Kamibox

Kamibox adalah platform pengelolaan sampah daur ulang yang menerima berbagai jenis sampah seperti kardus, kertas, plastik, botol kaca, dan minyak jelantah untuk ditukar menjadi nilai ekonomis bagi masyarakat. Mereka menyediakan layanan pick-up (penjemputan) di area Jakarta dan Tangerang Raya serta drop-off atau pengantaran langsung ke gudang mereka yang berlokasi di Puri Kembangan (Jakarta Barat) dan Gudang Cisauk (Tangerang). Kamibox berperan penting dalam meningkatkan kesadaran pengelolaan sampah yang bertanggung jawab sekaligus memberi peluang ekonomi dari sampah yang sebelumnya tak bernilai. Akun Instagram: @kamibox.id

2. Sejauhmatamemandang

SejauhMataMemandang adalah brand lokal yang dikenal dengan fashion yang beretika dan sadar lingkungan. Meski inti usahanya di bidang produk kreatif, brand ini aktif berkolaborasi dengan organisasi pengelola sampah seperti Ecotouch untuk mendukung edukasi dan praktik zero-waste di komunitasnya. Kontribusi Sejauh tidak hanya berupa produk, tetapi juga menginspirasi pelanggan untuk memilah sampah dan lebih peduli terhadap dampak lingkungan dari gaya hidup sehari-hari. Akun Instagram: @sejauh_mata_memandang

3. Noovoleum

Noovoleum adalah inisiatif yang fokus pada pengelolaan limbah jelantah (used cooking oil) dan sampah plastik dengan pendekatan inovatif, termasuk mengubahnya menjadi energi bersih atau produk bernilai. Platform ini mendorong masyarakat untuk menyetorkan limbah jelantah mereka dan ikut serta dalam program yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memberi nilai ekonomis bagi partisipan. Akun Instagram: @noovoleumid

4. Rekosistem

Rekosistem merupakan perusahaan teknologi pengelolaan sampah yang menyediakan solusi pengumpulan dan pengolahan sampah secara terintegrasi di berbagai kota di Indonesia melalui aplikasi digital. Masyarakat dapat mengetahui titik layanan, menyetor sampah, atau menggunakan sistem penjemputan yang tersedia di berbagai lokasi. Rekosistem juga aktif berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperluas jangkauan waste station dan edukasi pengelolaan sampah. Akun Instagram: @rekosistem

5. Magobox

Magobox adalah inovasi teknologi yang mengubah sisa makanan organik menjadi pupuk dan pakan hewan bernutrisi tinggi melalui metode biokonversi menggunakan Black Soldier Fly. Platform ini cocok untuk rumah tangga maupun komunitas yang ingin mengelola sampah organik secara mandiri, sekaligus mendukung ekonomi sirkular di lingkungan mereka. Magobox berlokasi di Depok (Jawa Barat) dan menyebarkan edukasi praktis serta teknologi zero-waste ke masyarakat yang ingin memulai pengelolaan sampah organik di rumah. Akun Instagram: @magobox.id

6. BerkahBareng.id

BerkahBareng.id adalah inisiatif sosial yang menerima donasi barang layak pakai yang tidak terpakai di rumah untuk kemudian dijual kembali atau disalurkan kepada yang membutuhkan. Meskipun fokus utamanya bukan sampah daur ulang, platform ini berperan dalam reduksi sampah konsumsi dengan memberi barang lama “kehidupan kedua”, mengurangi limbah dan meningkatkan manfaat sosialnya. Ini memberi kesempatan masyarakat untuk menyumbang barang yang berguna secara sukarela. Akun Instagram: @BerkahBareng.id

7. MallSampah.com

MallSampah.com adalah recycling network berteknologi digital yang memfasilitasi masyarakat, kolektor lokal, dan pemulung untuk berjejaring dalam sistem daur ulang di seluruh Indonesia. Melalui aplikasi mereka, pengguna bisa menjual sampah daur ulang dengan sistem pick-up oleh kolektor terdekat atau drop-off di pusat sortasi yang tersebar luas. MallSampah.com juga menyediakan konversi sampah menjadi mata uang digital yang bisa ditukar dengan berbagai produk atau layanan, sehingga ikut mendorong perilaku ramah lingkungan secara ekonomi. Website : mallsampah.com

Blog ini hanya menyampaikan beberapa platform yang cukup populer, saya sangat yakin jumlah platform peduli sampah ini masih banyak dan belum terjangkau secara menyeluruh. Barangkali kita perlu sebuah website yang mampu mengintegrasikan informasi platform/komunitas peduli sampah di Indonesia, agar masyarakat bisa dengan mudah mengakses informasi lokasi tempat membuang sampah dengan tepat, bisa mendeteksi daerah mana saja yang belum ada, kendalanya apa, komunitas apa yang bisa membantu, apakah memungkinkan untuk dikelola di daerah tersebut, dan sebagainya. 

Sebenarnya ada beberapa web yang sudah berupaya dengan tujuan yang sama, namun tampaknya kurang berfungsi dengan baik, barangkali teman-teman ada info lengkap terkait hal ini? atau tertarik membuatnya?

Penulis telah mencoba membuang sampah ke beberapa organisasi yang disebutkan sebelumnya, tapi masih saja kebanyakan sampah sehari-hari berakhir di tempat pembuangan sampah yang tercampur dan akhirnya menumpuk di TPA, ditambah lagi di daerah yang bukan kota besar masih sulit untuk menjangkau organisasi-organisasi tersebut. 

Terima kasih telah membaca, semoga bermanfaat, kalau ada saran kritik dan nasihat boleh sampaikan melalu komentar atau email penulis di laman "About". see ya..